Siswa Tewas Saat Rekreasi, Sapana Minta Bupati LAZ Bertanggung Jawab



Faktantb.com
(19/12/2025) - Ketua Sahabat Pariwisata Nusantara (Sapana), Rudy Lombok, menilai pengelolaan Taman Narmada membahayakan keselamatan pengunjung, khususnya anak-anak sekolah. Ia menyebut kondisi kolam licin, minim pengawasan, serta lemahnya penerapan standar operasional prosedur (SOP) sebagai faktor utama yang berisiko menimbulkan kecelakaan.

Rudy menyoroti kebijakan Plt Direktur PT Tripat Wewe Anggraini yang menaikkan tarif masuk dari Rp30 ribu menjadi Rp50 ribu dengan alasan peningkatan keamanan dan fasilitas. Namun, menurutnya, kebijakan tersebut tidak diiringi dengan perbaikan sistem pengamanan di lapangan.

"Saya minta Bupati LAZ bertanggung jawab atas kejadian ini. Mereka mengundang anak sekolah, tapi tidak menyiapkan keamanan, kenyamanan, dan keselamatan," tegas Rudy.

Pernyataan tersebut disampaikan menyusul meninggalnya seorang siswa SMP Negeri 5 Lembar, Kabupaten Lombok Barat, saat mengikuti kegiatan rekreasi sekolah di Taman Narmada. Korban diketahui bernama M. Mukhlis Badrian (13), siswa kelas VII yang akrab disapa Rian.

Ibu korban mengaku sangat terpukul atas kepergian putra tercintanya. Ia juga menyampaikan kekecewaannya karena, menurut pengakuannya, tidak ada guru yang mengantar jenazah anaknya hingga ke rumah duka. "Anak saya pergi untuk kegiatan sekolah, tapi pulang sudah tidak bernyawa," ujar ibu korban dengan suara bergetar.

Hingga berita ini dimuat belum ada keterangan resmi baik dari pengelola wisata dan Pemda Lombok Barat, sementara publik menunggu penjelasan nya. (ms)