Faktantb.com, Lombok Tengah, 9 Januari 2026 - Ratusan guru honorer di Kabupaten Lombok Tengah menggelar aksi damai di depan Kantor Bupati,(7/1/2025) menuntut pembatalan rencana pemecatan mereka. Aksi ini diikuti oleh ratusan guru honorer yang merasa tidak adil dengan kebijakan tersebut.
Massa aksi, yang dipimpin oleh Zuria Arifin, S.Pd, meminta Pemkab Lombok Tengah mengkaji ulang dan membatalkan rencana pemecatan. "Kami sudah bertahun-tahun mengabdi, mengajar dan membangun generasi bangsa di Lombok Tengah. Bukannya dihargai, justru mau dirumahkan," kata Zuria.
Wakil Bupati Lombok Tengah, Dr. H. Nursiah, menyatakan bahwa Pemkab belum mengeluarkan keputusan resmi terkait pemecatan guru honorer. "Kami meminta para guru untuk tetap menjalankan aktivitas seperti biasa, sementara kami akan melakukan konsultasi dan koordinasi dengan pemerintah pusat," ujarnya.
Pemkab Lombok Tengah akan segera memanggil Dinas Pendidikan dan koordinator wilayah untuk membahas isu ini. "Insyaallah minggu depan kami akan bersurat secara resmi kepada pemerintah pusat untuk meminta petunjuk penyelesaian sisa tenaga honorer," kata Nursiah.
Massa aksi membubarkan diri dengan tertib, namun mengancam akan kembali menggelar aksi jika pemecatan tetap dipaksakan.


