Mempercantik Gerung Tak Cukup, Investor dan Pusat Bisnis yang Bikin Rame


         Oleh: ALSAH

Gerung, sebagai jantung kota Lombok Barat, sering kali menjadi sorotan dengan proyek-proyek pewarnanaan perkantoran, trotoar, taman kota, dan lampu LED yang indah. Memang, estetika pusat kota yang lebih menarik bisa menyedot perhatian wisatawan dan warga lokal sesaat. Namun, apakah itu cukup untuk menjadikan Gerung ramai sesungguhnya, seperti pusat kegiatan ekonomi yang hidup 24 jam? Jawabannya jelas: tidak.

Tanpa kehadiran investor dan pengusaha yang membangun pusat pertokoan modern, pusat perbelanjaan terintegrasi, serta hotel berbintang, Gerung hanya akan jadi "foto Instagram" yang sepi di malam hari.

Bayangkan saja: trotoar cantik tapi toko-toko sepi, taman hijau tapi pengunjung minim karena tak ada alasan kuat untuk datang. Data dari Dinas Pariwisata NTB menunjukkan bahwa kawasan urban seperti Mataram atau Senggigi sukses karena ekosistem bisnisnya mall yang jadi magnet belanja, hotel yang menampung tamu bisnis dan wisatawan, serta ratusan UMKM yang tumbuh di sekitarnya.

Gerung punya potensi serupa: akses mudah dari Bandara Lombok Internasional, kedekatan dengan Mandalika, dan populasi muda yang haus hiburan. Tapi tanpa insentif nyata bagi investor, seperti kemudahan perizinan, tax holiday, atau kemitraan PPP (Public-Private Partnership), mimpi itu tinggal mimpi.

Pemerintah daerah harus bergerak cepat. Undang investor besar seperti Sinarmas atau Grup Lippo untuk kembangkan superblock di Gerung, lengkap dengan ritel, food court, dan convention hall. Bangun hotel budget hingga boutique untuk wisatawan backpacker dan business traveler. Ini bukan hanya soal estetika, tapi menciptakan multiplier effect: lapangan kerja ribuan, peningkatan PAD dari retribusi, dan geliat ekonomi yang merata ke desa-desa sekitar.

 Contoh sukses ada di Manyar, Sidoarjo dari tanah kosong jadi pusat belanja yang ramai hanya dalam tiga tahun berkat investor swasta.Jika Gerung ingin naik kelas dari sekadar "pusat kota cantik" menjadi "hub ekonomi Lombok Barat", waktunya tinggalkan pendekatan kosmetik. Hadirkan investor, bangun pusat pertokoan dan hotel, baru Gerung akan benar-benar rame penuh suara tawar-menawar, aroma kuliner, dan lampu neon yang tak pernah padam.

Babussalam,  1 Januari  2026

ALSAH