Sampah Menggunung di Jalur Strategis Kediri, FP4: Bukan Sekadar Masalah Kebersihan



Faktantb. com
, Kediri, Lombok Barat (30/1/2026)– Tumpukan sampah rumah tangga bercampur plastik kembali mencoreng wajah jalur nasional penghubung Lombok Barat–Lombok Tengah di Kediri. Bau menyengat dan lalat beterbangan mengganggu pengguna jalan, terutama di lokasi padat yang dekat dengan pondok pesantren besar.

Pantauan Forum Peduli Pembangunan dan Pelayanan Publik (FP4) NTB menunjukkan kondisi ini semakin memprihatinkan. Jalur tersebut dilalui ratusan kendaraan antar-kabupaten setiap hari, namun sampah terus menggunung tanpa penanganan serius.

Lalu Rahman, seorang pengendara yang ditemui di lokasi mengeluh, “Kalau lewat sini pasti tidak nyaman, baunya kuat sekali, terutama siang hari.”ucapnya ke faktantb. com (27/1/2026) 

FP4 Sindir Pemerintah: Sampah Lebih Setia Daripada Pejabat

Sekretaris FP4 NTB, Lalu Deny Rusmin J. SH, menilai masalah ini bukan insidental, melainkan kegagalan pelayanan publik yang berulang tahunan.“Kalau sampah-sampah ini bisa bicara, mungkin dia sudah hafal nama bupati dari masa ke masa. Sayangnya, yang berganti hanya pejabatnya, sementara sampahnya tetap setia di tempat yang sama,” sindir Lalu Deny.

Menurutnya, pengelolaan sampah adalah pelayanan dasar yang harus sistematis. Pembiaran di jalur strategis mencerminkan lemahnya perencanaan lingkungan dan pengawasan lapangan.

Dorongan Langkah Konkret untuk Pembangunan Berkelanjutan

FP4 menyoroti ketidakselarasan dengan pembangunan berwawasan sosial, khususnya di sekitar kawasan pendidikan dan keagamaan. “Pembangunan tidak cukup diukur dari panjang jalan atau jumlah proyek fisik. Lingkungan yang bersih adalah indikator paling jujur pelayanan publik,” tegas Lalu Deny.

Forum ini mendesak pemerintah daerah segera bertindak: penataan TPS sementara, pengangkutan rutin, dan penegakan aturan. Pendekatan reaktif seperti bersih-bersih sesaat dinilai hanya mengulang masalah.(ms)