Faktantb.com, Lombok Tengah (24/2/2026) Kekhawatiran warga Desa Mujur dan Sukaraja, Lombok Tengah, terhadap pembangunan jembatan penghubung kedua desa itu kini menjadi kenyataan yang mengkuwatirkan. Saat hujan deras melanda, air sungai yang mengamuk menyentuh langsung badan jembatan, memicu potensi penyumbatan sampah dan ancaman runtuhnya konstruksi.
Menurut Saparudin saat pengerjaan warga telah berulang kali menyuarakan kekhawatiran mereka kepada konsultan dan Dinas PUPR Lombok Tengah, meminta jembatan ditinggikan mengingat kondisi medan rawan banjir, tapi aspirasi itu seolah tak didengar.
Jembatan ini dibangun oleh CV Katik Untung dengan anggaran Rp796 juta dari Dana Operasional dan Pemeliharaan (Opsen) PKB 2025. Sayangnya, konstruksi jembatan terlihat melengkung ke bawah, tidak lurus, dan terlalu rendah, yang jelas mengkhawatirkan keselamatan pengguna.
Saparudin mengatakan warga dan toloh masyarakat saat pengerjaan menuntut pelebaran, peninggian, serta penambahan gantungan mengingat bentangannya yang panjang, tapi keterbatasan anggaran menjadi alasan perubahan desain yang berulang dari PUPR Lombok Tengah
"Kami mengajak semua pihak—PUPR, kontraktor, hingga pemerintah daerah—untuk melihat ini sebagai pelajaran berharga. Suara rakyat bukan sekadar angin lalu; ia adalah pondasi pembangunan yang berkelanjutan," kata Sapatudin, salah satu tokoh Pemuda desa setempat
Masyarakat mewanti-wanti agar jembatan ini tidak roboh digerus derasnya air sungai dan proyek serupa ke depan lebih peka terhadap kondisi lokal. "Mari segera lakukan evaluasi mendalam, perbaiki jembatan ini, dan pastikan proyek serupa ke depan lebih peka terhadap kondisi lokal," tutup Sapatudin.
Terkait kekwatiran masyarakat dua desa ini hingga berita ini dimuat pihak PUPR Lombok Tengah belum memberikan tanggapan resminya. (ms)

