*
Faktantb.com. Lombok Tengah (25/2/2026) - Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah melalui Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) menggelar Diskusi Terpumpun Menghadirkan Layanan Pendidikan Inklusif Tahun 2026, di Ballroom Kantor Bupati, Selasa (24/2).
Kegiatan ini menjadi langkah strategis mempercepat layanan pendidikan inklusif berbasis data di daerah. Kepala Bapperida Kabupaten Lombok Tengah, H.Lalu Wiranata, menyampaikan bahwa dari 9.934 peserta didik yang terdata, sebanyak 5.317 siswa teridentifikasi memiliki hambatan fungsional belajar dengan tingkat beragam.
Wakil Bupati Lombok Tengah, Dr. H.M. Nursiah, menegaskan bahwa data tersebut merupakan dorongan kuat bagi pemerintah daerah untuk segera bertindak secara strategis. "Pendidikan inklusif tidak dapat diselesaikan oleh satu sektor saja. Diperlukan kolaborasi lintas perangkat daerah dan dukungan seluruh elemen masyarakat," tegasnya.
Pemkab Lombok Tengah berharap setiap komitmen dukungan dirumuskan secara jelas dan terukur sehingga manfaatnya segera dirasakan oleh anak-anak. "Forum ini adalah momentum percepatan menghadirkan layanan pendidikan inklusif bagi semua anak Lombok Tengah. Kita ingin memastikan tidak ada satu pun anak yang tertinggal dalam memperoleh hak pendidikan yang bermutu," tutup Wakil Bupati.

