Program 'Jumat Wartawan' Lombok Barat Diprotes: Tudingan Diskriminasi Media Menghebohkan
Faktantb.com, Lombok Barat (22/2/2026)- Program 'Jumat Wartawan' yang digagas Bupati Lalu Ahmad Zaini (LAZ) bersama Dinas Kominfotik Lobar menuai kritik tajam dari Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Lombok Barat, Media Indevenden Online Indonesia (MIO)NTB, Gabungan Jurnalis Investigasi (GJI) NTB dan sejumlah wartawan media online NTB. Program ini dituding memilah media berdasarkan kedekatan politik sehingga menciptakan polarisasi di kalangan jurnalis.
Ketua SMSI Lombok Barat, Idrus Jalmonadi, menyebut kebijakan ini sebagai "pembungkaman halus" terhadap kebebasan pers. "Ini langkah mundur bagi demokrasi. Jika memilah media berdasarkan kedekatan politik terus dilakukan, bisa mengarah pada kriminalisasi pers," tegas Idrus.
Sementara itu, Ketua MIO NTB, Feryal MP, menegaskan bahwa substansi persoalan bukan pada ada atau tidaknya forum diskusi informal, melainkan pada prinsip kesetaraan akses dalam kegiatan resmi pemerintahan. "Jangan digeser seolah-olah ini cuma soal bisa ngopi atau tidak. Ini soal hak konstitusional pers," tegas Feryal.
Data dari Gabungan Jurnalis Investigasi NTB memperkuat tudingan ini. Pembina GJI NTB Aminuddin (Babe Amin) mengungkapkan, "Kami terima pengaduan dari anggota soal dugaan keluhan liputan. Ini berpotensi menghambat fungsi kontrol sosial media, kita sayangkan hal ini terjadi di era kepemimpinan Lobar saat ini."
SMSI, MIO dan GJI mendesak Bupati LAZ dan Dinas Kominfotik Lobar segera membuka ruang dialoq dan akses "Jumat Wartawan" untuk seluruh jurnalis di NTB tanpa diskriminasi.
Sementara Kadis Kominfotik dan Biro Humas Pemda Lobar hingga berita ini dimuat belum merespons dan memberikan keterangan resminya. (ms)


