Faktantb.com, (2/3/2026) Mataram, NTB - Sejumlah aktivis Nusa Tenggara Barat (NTB) mendesak Badan Gizi Nasional (BGN) untuk segera melakukan audit menyeluruh terhadap setiap Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di NTB.
LSM NCWNTB mengatakan desakan ini menyoroti dugaan praktik korupsi oleh oknum Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) di dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) yang bertindak sebagai Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang diduga menggerogoti anggaran negara demi kepentingan pribadi.
Fathurrahman mengungkapkan Keluhan ini muncul dari mitra, supplier, hingga relawan Dapur MBG, didukung hasil investigasi independen oleh jaringan aktivis seperti LSM NCWNTB. Mereka mengungkap beragam modus penggelapan, termasuk dugaan pembelanjaan fiktif, mengurangi menu MBG, dan pemaksaan "jatah" dari supplier melalui penitipan harga hingga melalukan konspirasi dengan oknum mitra agar anggaran yang diberikan oleh BGN digunakan selalu habis. Ironisnya, oknum-oknum SPPI ini sudah digaji negara dengan besaran yang cukup besar, namun tetap haus akan tambahan.
Lebih parah lagi, kata Lodt dugaan intervensi oknum Korcam SPPG terhadap Mitra. Saat inspeksi turun untuk pengawasan, mereka diduga menawarkan jasa agar laporan disampaikan secara positif ke BGN. Jika ditolak, oknum Korcam tersebut berulah dengan merekomendasikan bermacam yang harus di revisi atau perbaikan di mana-mana, sehingga pemilik dapur (mitra) tertekan.
Menurut LSM Edukasi Perilaku ini dinilai merusak tujuan Presiden Prabowo Subianto untuk meningkatkan gizi anak Indonesia dan mendorong pertumbuhan ekonomi di desa-desa melalui program MBG.
"Ini bukan hanya pengkhianatan anggaran, tapi juga pengkhianatan mandat rakyat," tegas ketua LSM Edukasi Yusril
Para aktivis menuntut keterlibatan pihak independen dalam audit untuk memastikan transparansi agar tujuan nasional ini benar benar terlaksana dengan jujur dan baik. Hingga kini, BGN belum merespons desakan tersebut, sementara program MBG terus berjalan di tengah sorotan dugaan penyimpangan (ms)

