Faktantb.com, Lombok Tengah, 4 Maret 2026 – Seorang Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) inisial KS yang menjadi Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di salah satu dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Jonggat, Lombok Tengah, diduga berupaya melakukan korupsi anggaran Makanan Bergizi Gratis (MBG). Kasus ini terbongkar setelah ASLAP menolak pemberian uang yang diberikan oleh SPPI.
Ketua LSM Ampes, Lalu Subadri, mengungkapkan modus yang digunakan meliputi manipulasi pembiayaan operasional dapur MBG. Praktik ini merugikan negara serta Program Badan Gizi Nasional (BGN) yang bertujuan meningkatkan gizi anak sekolah khusus di wilayah kecamatan Jonggat Lombok Tengah NTB.
"Kami minta Korwil dan Pengawas BGN segera ditindaklanjuti. Jika terbukti, mutasi atau pecat segera. Orang seperti ini tidak boleh dibiarkan karena merusak program BGN. Kalau tidak, kami proses hukum," tegas Subadri ke faktantb.com di Sukerare 4 Maret 2026.
Kasus Terungkap ketika Aslap Menolak Pemberian Uang dari SPPI
Menurut inisial A yang dikonfirmasi, kejadian bermula ketika Kepala SPPG tiba-tiba memberikan sejumlah uang ke Asisten Lapangan (Aslap) namun uang tersebut ditolak oleh Aslap. "Uang itu ditolak karena asalnya tidak jelas dan merasa bukan haknya," ujarnya.
Keributan pun terjadi, membongkar dugaan korupsi. Uang tersebut segera dikembalikan, meski insiden ini menimbulkan ketegangan di dapur SPPG. Situasi ini menjadi tidak harmonis di SPPG baik antara mitra dan SPPI yang dikhawatirkan mengganggu pelayanan MBG.
Subadri menambahkan, sejak kejadian, oknum SPPI berperilaku tidak seperti biasanya. "Sebaiknya SPPI-nya segera diganti sebelum diproses hukum, demi kelancaran program," sarannya.
Oknum SPPI Bantah via WhatsApp. Hingga kini, pihak berwenang belum memberikan respons resmi terkait langkah hukum lanjutan.Pengembalian dana dianggap mitigasi awal agar program pemerintah tetap lancar.
Ketika dikonfirmasi via WhatsApp, SPPI inisial KS membantah. "Sepertinya ada kekeliruan terkait informasi itu, Bang. Silakan pastikan sama orang yang beri informasi. Benar atau tidaknya, pasti saya beri keterangan," jawabnya singkat ke faktantb.com (4/3/2026)
Korwil SPPG Lombok Tengah Iksan yang dikonfirmasi menyatakan segera akan melakukan evaluasi.
"Segera kita lakukan evaluasi" tegasnya
Pengawas BGN Lombok Tengah menyatakan Insyaallah hari ini kami bersama Korwil ketemu dulu bahas hal ini untuk memastikan langkah selanjutnya. (ms)

