Dugaan Pembobolan 35 Ton Bahan Pangan di Gudang Dolog Sweta Mataram, Aktivis NTB Desak Penyelidikan


Foto: Ilustrasi
Faktantb. com
, Mataram (3/3/2026) - Forum Peduli Pembangunan dan Pelayanan Publik (FP4) NTB mendesak Aparat Penegak Hukum (APH) untuk menyelidiki dugaan pembobolan 35 ton bahan pangan termasuk beras di Gudang Dolog Sweta, Mataram karena berpotensi merugikan negara dan kepercayaan publik. Kasus ini memicu kekhawatiran akan Stok dan pengelolaan bahan pangan negara khususnya untuk wilayah NTB

Informasi yang diperoleh faktantb.com menunjukkan bahwa kejadian ini berujung pada mutasi besar-besaran di lingkungan Dolog wilayah NTB. Oknum yang diduga pelakunya dikabarkan kesulitan mencari penggantinya sehingga  dikwatirkan akan berpengaruh pada pelayanan dan stok pangan NTB terlebih menjelang lebaran 

"Ini bukan sekadar kehilangan stok, tapi pengkhianatan terhadap rakyat NTB yang mengandalkan bahan pangan negara," kata Sekjen FP4NTB Lalu Deny

FP4 NTB berjanji segera melayangkan pengaduan ke Polda NTB untuk mendesak audit menyeluruh dan proses hukum bagi pelakunya. Kasus ini menambah daftar isu pengelolaan stok pangan di daerah, di tengah fluktuasi harga beras yang masih menjadi keluhan masyarakat NTB. 

Kepala Gudang Doloq Sweta Abdul Majid yang dikonfirmasi melalui Whastapp (3/3) menyatakan informasi itu tidak benar saodaraku

"Stok aman, hanya salah hitungan aja saodaraku, sudah sesuai antara fisik dan administrasi nya saudaraku" jawabnya singkat tanpa memberikan penjelasan lebih detailnya. 

Sedangkan Humas Doloq menyatakan membenarkan peristiwa itu namun sudah diselesaikan 

"Benar peristiwa itu dan sudah diselesaikan" ungkapnya (ms)