Faktantb.com Lombok Barat, (24/3/2026)– Publik Lombok Barat ramai mempertanyakan komitmen kepolisian dalam memberantas judi sabung ayam yang semakin marak, bahkan di bulan Ramadhan 1447 H. Aktivitas ilegal ini beroperasi terang-terangan tanpa sentuhan hukum, meninggalkan kesan pembiaran oleh aparat. Salah satu lokasi panas adalah Dusun Tembang Eleh, Desa Jagerage, Kecamatan Kuripan.
Menurut Direktur FP4 NTB, Lalu Habib, gocekan di sana dilakukan secara gamblang, lokasinya tidak jauh dari kantor camat dan kantor polsek Kuripan. "Lokasi ini bukan rahasia lagi, tapi alasan 'tidak tahu' terus dilontarkan. Apakah intelijen polisi tak bekerja, atau ada kepentingan yang ditutupi?" tanya Habib.
Ia menyoroti dampak buruk sabung ayam sebagai "penyakit kronis" masyarakat. Uang haram dari judi ini merusak ekonomi keluarga, memicu konflik antarwarga, dan menanamkan budaya judi pada pemuda hingga anak di bawah umur. Dugaan kuat beredar bahwa selama ini bandar berani beroperasi dengan lancar karena diduga ada perlindungan dan setoran ke oknum aparat penegak hukum (APH) melalui kaki tangannya dilapangan
Respons Pejabat Terbatas
Camat Kuripan, H. Muktamat S.IP menegaskan ketidaksetujuannya. "Saya sangat tidak setuju dengan sabung ayam terlebih di bulan suci Ramadhan. Saya akan koordinasikan dengan kades, tokoh masyarakat (toga), tokoh agama (toma), polsek, dan TNI agar tidak berlarut-larut," katanya saat dikonfirmasi (23/3/2026)
Terkait hal ini Kapolsek Kuripan belum merespons konfirmasi. Sementara Kapolres Lombok Barat Yasmara Harahap, S.I.K kepada media hanya menyatakan, "Terima kasih infonya, Pak. Kami tindak lanjuti."
"Terima kasih infonya pak. Kami tindak lanjuti info ini" jawabnya singkat melalui pesan whatsapp, Selasa, 23 Maret 2026
Tuntutan Publik: Operasi Tegas Segera
Habib mendesak Polres Lombok Barat dan pemerintah daerah lakukan operasi khusus, perkuat intelijen, serta audit internal untuk bersihkan oknum. "Jangan biarkan Ramadhan berikutnya dirusak oleh judi haram. Memberantas sabung ayam adalah kewajiban negara, lindungi rakyat," tegasnya.
Ia mengatakan situasi ini menunjukkan kegagalan sistemik: lemah pengawasan dan minim razia atau pura pura tidak tau. Jika dibiarkan, Lombok Barat berisiko tenggelam dalam lumpur judi yang hambat pembangunan sosial-ekonomi. (ms)


