Polres Lombok Barat Tutup Lokasi Gocekan, FP4 NTB dan KNPI NTB Apresiasi tapi Minta Konsistensi Dijaga



Faktantb. com
(24/3/2026) Penutupan  lokasi gocekan di Dusun Tembang Eleh, desa Jagerage  Kecamatan Kuripan, Lombok Barat oleh Kepolisian Lombok Barat pada Selasa (24/3/2026) patut diapresiasi oleh semua pihak. 

Respons cepat ini menjawab aspirasi masyarakat yang disuarakan Ketua KNPI NTB, Daud Gerung dan Direktur FP4 NTB Lalu Habib, sekaligus menegaskan komitmen polisi menjaga norma agama, hukum, dan tatanan sosial di wilayahnya.
Langkah tegas ini lahir dari pengawalan FP4 NTB dan  KNPI NTB dan warga terhadap aktivitas gocekan yang selama ini meresahkan. 

Sebelumnya, Daud Gerung telah menyoroti praktik merusak ini, yang bukan hanya melanggar aturan, tapi juga mengganggu harmoni masyarakat Lombok Barat yang kental dengan nilai adat dan agama. Penutupan ini bukti bahwa suara rakyat didengar, dan polisi mampu bertindak nyata.

Namun, apresiasi tak boleh berhenti di sini. Pertanyaan krusial yang dilontarkan Direktur FP4 NTB  sangat relevan: apakah penutupan ini permanen atau sekadar sementara? FP4 NTB dan masyarakat siap mengawal agar tidak ada pola "buka-tutup" yang merugikan. Ditutup saat diributkan, dibuka lagi saat sepi. Praktik kucing-kucingan seperti ini justru melemahkan kepercayaan publik terhadap penegak hukum.

Lalu Habib mengatakan untuk efek jera maksimal, Kapolres harus lanjutkan dengan pemrosesan hukum para pelaku. Bukan hanya tutup lokasi, tapi jerat pidana agar pelanggar norma tak berani ulangi.

Daud menambahkan  Ini bagian dari tanggung jawab Polres Lombok Barat membangun Lombok Barat yang aman, bermoral, dan tertib sosial. KNPI NTB dan warga akan terus pantau. 

Selain itu kata Daud Pemerintah daerah serta stakeholder lain pun wajib dukung agar penertiban gocekan jadi momentum perubahan berkelanjutan. Jangan sampai isu ini pudar begitu saja, keamanan sosial adalah hak semua warga, tutupnya. 

Pantauan media di lokasi gocekan (24/3) hingga berita ini dimuat tidak ada aktivitas. (ms)