Faktantb.com, Lombok Barat (2/3/2026)— Dugaan sebuah skandal keuangan besar terungkap di PT Air Minum Giri Menang (AMGM), di mana dividen yang diterima Pemerintah Daerah Lombok Barat (Pemda Lobar) stagnan meski perusahaan terus menerima suntikan modal raksasa.
Pemda Lobar telah menginvestasikan Rp.191 miliar ke PT AMGM sejak 2010, namun dividen yang diterima hanya Rp.10 miliar pada 2024 dan diproyeksikan naik menjadi Rp11 miliar pada 2025. Ini memicu pertanyaan tentang efisiensi manajemen investasi perusahaan.
Prof. Dr. Sutan Nasomal, pakar hukum internasional dan ekonom, menyebut fenomena ini sebagai "Capital Trap" atau jebakan modal, di mana uang rakyat tidak menghasilkan nilai tambah bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Dirut PT AMGM, Sudirman, menjelaskan bahwa lonjakan modal Rp53 miliar pada 2024 bukan dana segar, melainkan hibah Water Treatment Plant dari Kementerian PU tahun 2019. Namun, Prof. Sutan mempertanyakan mengapa aset tersebut tidak menghasilkan pendapatan signifikan selama 5 tahun terakhir.
Prof. Sutan mencurigai adanya manipulasi laba via penyusutan dan menuntut audit independen untuk mengungkap kebenaran. "Jangan biarkan manajemen berlindung di balik alasan 'pengembangan infrastruktur' jika efisiensinya nol besar," tegasnya (tim)

