Faktantb. com, Lombok Tengah (4/4/2026) - Kepala Dinas PUPR Lombok Tengah Lalu Rahadian memberikan klarifikasi terkait kondisi Jembatan Mujur-Sukaraja yang menjadi sorotan publik setelah banjir besar baru-baru ini. Menurutnya, pembangunan jembatan telah sesuai desain konsultan dan tidak ada indikasi cacat konstruksi sebagaimana kekhawatiran warga.
Banjir dahsyat yang terjadi lebih disebabkan intensitas hujan ekstrem, yang juga merusak beberapa ruas jalan dan infrastruktur di kecamatan lain. "Lengkungan ke bawah pada jembatan yang sempat viral di media sosial masih dalam batas aman untuk dilalui masyarakat," jelas Kepala Dinas PUPR Lalu Rahadian ke faktantb. com.
Ia menyatakan Dinas PUPR Lombok Tengah menjamin struktur jembatan stabil dan terus dipantau ketat oleh tim teknis. Masyarakat Lombok Tengah dihimbau untuk tetap waspada terhadap cuaca, tapi percaya pada data dan pengawasan resmi.
Kepala Desa Sukaraja, Purnama, mengatakan bahwa jembatan tersebut tidak
mengalami perubahan bentuk meskipun dihantam oleh material hanyut saat
banjir besar.
Menurut laporan, saat kejadian, beberapa rumpun
bambu dan kayu hanyut melabrak jembatan, namun struktur jembatan tetap
kuat dan tidak bergeming. Hal ini membuktikan bahwa jembatan tersebut
memiliki kekuatan yang baik.
Sebelumnya, pada 24 Februari 2026, warga Desa Mujur dan Sukaraja menyuarakan kekhawatiran melalui Faktantb.com mereka menyoroti jembatan yang terlalu rendah, melengkung, dan rawan penyumbatan sampah saat air sungai besar. Tokoh pemuda setempat, Saparudin, mengungkap aspirasi warga selama pengerjaan seperti peninggian dan pelebaran diduga diabaikan karena keterbatasan anggaran.
Jembatan sepanjang itu dibangun CV Katik Untung dengan dana Rp796 juta dari Operasional dan Pemeliharaan (Opsen) PKB 2025. "Suara rakyat bukan angin lalu; ini pelajaran untuk pembangunan berkelanjutan," tegas Saparudin saat itu. Selain itu warga juga menuntut evaluasi mendalam agar proyek serupa lebih peka terhadap kondisi lokal rawan banjir. (ms)


