Faktantb.com, (25/4/2026)– Pernyataan Kepala Puskesmas Pringgarata yang diduga menyebut tenaga kesehatan P3K paruh waktu “bodoh” karena tak lulus P3K penuh waktu menuai kecaman. Rekaman pernyataan tersebut kini beredar luas di grup WhatsApp dan memicu polemik, terlebih di tengah rencana aksi mogok kerja para nakes.
Wakil Ketua Komisi IV DPRD Lombok Tengah, Wirman Hamzani, mengecam keras ucapan itu. Ia menilai pernyataan tersebut tidak pantas diucapkan oleh seorang pimpinan fasilitas kesehatan.
“Jadi kami minta secara tegas agar kepala puskesmas meminta maaf kepada para nakes paruh waktu,” tegas Wirman, Sabtu 25/4/2026.
Wirman menyebut DPRD akan segera memanggil Kepala Puskesmas Pringgarata untuk mengonfirmasi kebenaran rekaman yang beredar. “Tidak sepantasnya seorang kepala puskesmas mengatakan hal demikian,” ujarnya.
Senada, Ketua Bangkit Lombok Tengah Sumarni menyampaikan kekecewaan mendalam. Ia menyebut adanya dugaan intimidasi terhadap nakes yang berencana menyampaikan aspirasi lewat aksi mogok kerja.
“Kami juga menyoroti adanya pernyataan tidak pantas dari sejumlah Kepala Puskesmas yang diduga menyebut bawahannya dengan kata-kata yang merendahkan,” jelas Sumarni.
Menurutnya, perilaku intimidatif dan penggunaan bahasa tidak etis mencederai profesionalisme, merusak lingkungan kerja, dan berpotensi menurunkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
“Kami percaya bahwa kepemimpinan yang sehat dan berintegritas adalah fondasi utama dalam memberikan pelayanan kesehatan yang berkualitas kepada masyarakat,” ungkap Sumarni.
Ia menambahkan, tindakan tegas dan transparan sangat diperlukan demi menjaga kepercayaan publik terhadap layanan kesehatan di Lombok Tengah.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada klarifikasi resmi dari Kepala Puskesmas Pringgarata terkait rekaman yang beredar.(ms)

