Kejari Lombok Tengah Luncurkan "Jaksa Sahabat Disabilitas" dan "Jaksa Sahabat Kampus

 


Faktantb.com,
Praya, 7 April 2026*— Kejaksaan Negeri Lombok Tengah meluncurkan dua program unggulan, "Jaksa Sahabat Disabilitas" dan "Jaksa Sahabat Kampus", sebagai terobosan menghadirkan layanan hukum yang merata dan tanpa diskriminasi.

Peluncuran digelar bersamaan dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama strategis di Politeknik Pariwisata Lombok, Selasa (7/4).

Pastikan Akses Keadilan untuk Kelompok Rentan
Kepala Kejari Lombok Tengah, Dr. Putri Ayu Wulandari, S.H., M.H., menegaskan kejaksaan punya tanggung jawab moral dan konstitusional memastikan akses keadilan menjangkau semua pihak, termasuk kelompok rentan.

"Kerja sama ini adalah langkah nyata kita dalam memberikan kesetaraan. Saudara-saudara kita penyandang disabilitas memiliki hak yang sama untuk mendapatkan bantuan hukum, konsultasi, pendampingan, serta perlindungan hukum di mata negara," tegas Putri Ayu.

Agar program berjalan efektif, Kejari Lombok Tengah menggandeng Poltekpar Lombok dan Dinas Sosial Kabupaten Lombok Tengah dalam perjanjian kerja sama tripartit. Salah satu implementasi nyata adalah pelatihan bahasa isyarat bagi aparatur kejaksaan.

Lewat pelatihan kolaboratif bersama Dinsos, kompetensi dan kepekaan SDM Kejari diharapkan meningkat sehingga mampu berkomunikasi dengan penyandang disabilitas secara maksimal dan humanis.

Jaksa Sahabat Kampus" Kawal Tata Kelola Perguruan Tinggi
Tak hanya fokus pada kelompok rentan, inovasi dari Bidang Intelijen Kejari ini juga menyasar civitas academica melalui "Jaksa Sahabat Kampus". Pada kesempatan sama, ditandatangani pula kerja sama bipartit antara Kejari dan Poltekpar Lombok.

Payung hukum kerja sama diperkuat Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara guna mencegah dan menangani dinamika masalah hukum di lingkungan kampus.

Putri Ayu menjelaskan, ruang lingkup pendampingan mencakup bantuan hukum, pertimbangan hukum seperti legal opinion dan legal assistance, hingga tindakan hukum lain untuk menyelamatkan dan memulihkan keuangan negara.

"Perguruan tinggi memiliki peran sentral dalam mencetak karakter generasi muda. Melalui program ini kami juga akan rutin menggelar edukasi, sosialisasi, dan penerangan hukum agar mahasiswa melek terhadap isu-isu aktual dan terhindar dari tindak pidana," paparnya.

Lewat peluncuran inovasi ganda ini, Kejari Lombok Tengah berkomitmen hadir di tengah masyarakat publik dan akademik. Sinergi ini diharapkan menciptakan tata kelola kelembagaan pendidikan yang taat hukum, profesional, berintegritas, serta mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh lapisan masyarakat. (*)