Faktantb.com, SEGALA ANYAR (12/4/2026)– Desa Segala Anyar kembali membuktikan kesuburannya. Kali ini datang dari Kebon Kopi Langan Dadih di Dusun Kadik II, yang tengah memasuki panen raya kopi arabika dan robusta.
Kebun seluas 12 are milik Amaq Rasip itu ditanami 300 pohon kopi sejak empat tahun lalu. Tahun ini, panennya menjadi yang terbanyak sejak pertama kali ditanam.
“Alhamdulillah tahun keempat ini buahnya paling lebat. Hasil kerja keras selama ini mulai kelihatan,” kata Amaq Rasip, 60 tahun, saat ditemui di kebunnya, Minggu 12 April 2026.
Sebelum sukses dengan kopi, Amaq Rasip sudah mencoba berbagai komoditas di lahannya seperti pisang dan pepaya. Namun hasilnya belum memuaskan. Ia lalu nekat membeli bibit kopi dan belajar menanam dari nol, padahal arabika termasuk tanaman baru di wilayahnya.
“Umur kepala enam tidak menghalangi saya belajar hal baru. Saya coba rekayasa lingkungan sedikit-sedikit sampai akhirnya cocok,” ujarnya.
Tak hanya menanam untuk dirinya sendiri, Amaq Rasip kini juga menyediakan bibit kopi arabika bagi petani lain yang ingin mengikuti jejaknya.
Potensi Lahan Kering Tadah Hujan
Kepala Desa Segala Anyar, Ahmad Zaini, menyebut keberhasilan Amaq Rasip jadi bukti nyata potensi pertanian desa. Meski didominasi lahan kering dan tadah hujan, warga berhasil mengoptimalkan lahan dengan beragam komoditas.
“Petani kami membuktikan keterbatasan air bukan halangan. Robusta dan arabika bisa tumbuh subur di sini. Selain kopi, warga juga tanam melon, semangka, cabai, tomat, dan bawang,” jelas Ahmad Zaini.
Ia menambahkan, Pemdes bersama BUMDes dan kelompok petani muda sedang mengembangkan pupuk organik dari kotoran hewan sapi, kambing, dan ayam yang banyak tersedia di desa. Tujuannya mendorong pertanian terpadu dan berkelanjutan.
Gandeng Jepang Kembangkan Sayur Organik
Saat ini Desa Segala Anyar juga menjalin kerja sama dengan Wakai Farm Jepang untuk budidaya sayuran organik. Ke depan, Wakai Farm berencana membangun greenhouse di desa guna mendukung pengembangan tersebut.
“Langkah Amaq Rasip ini jadi penyemangat. Dengan lahan terbatas pun bisa produktif asal ulet dan mau inovasi,” tutup Ahmad Zaini.
Kesuksesan panen kopi di Kebon Kopi Langan Dadih diharapkan memicu lebih banyak petani Segala Anyar melirik komoditas bernilai ekonomi tinggi, sekaligus memperkuat posisi desa sebagai sentra pertanian di lahan kering.


