Warga 5 Dusun di Janapria Keluhkan Serbuan Lalat, Diduga dari Kandang Ayam Tak Steril


Foto: Ilustrasi
Faktantb.com.
Praya (9/4/2026)– Warga Desa Saba, Kecamatan Janapria, Lombok Tengah, resah akibat serbuan lalat yang tak kunjung usai selama 4 tahun terakhir. Mereka menduga lalat berasal dari empat kandang ayam di lingkungan mereka yang dinilai tidak steril. 

Keluhan itu disampaikan Haesiah, warga Dusun Jembe Timur, saat mengadu ke Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Lombok Tengah, Kamis (9/4). Menurutnya, setidaknya lima dusun terdampak, yakni Dusun Jembe Timur, Jembe Utara, Salik, Masjaya, dan Melati. 

“Serbuan lalat ini muncul di setiap rumah warga dalam radius 1 km dari kandang ayam. Hampir 4 tahun setiap sudut rumah diserbu lalat. Makanan yang baru ditaruh saja langsung dikerumuni. Rasanya sangat menjijikkan,” ungkap Haesiah.

Selain masalah kesehatan, warga juga mengeluhkan dampak ekonomi. Marni, warga sekaligus pelaku UMKM, mengaku dagangannya sepi pembeli karena dianggap tidak higienis. “Saya menggantungkan hidup dari jualan makanan. Sekarang terancam tutup karena pembeli takut lalat. Kemungkinan besar karena kandang ayam tidak bersih dan jarang dirawat rutin,” katanya.

Warga mengaku sudah berulang kali melapor ke Pemdes Saba, Camat Janapria, Puskesmas, Dinas Kesehatan, hingga DLH Lombok Tengah. Namun belum ada solusi konkret. Protes juga pernah disampaikan langsung ke Kantor Desa Saba. 

“Mediasi dengan pemilik kandang sudah dilakukan pemerintah desa, tapi tidak membuahkan hasil. Laporan ke kadus, kades, camat, hingga dinas dirasa tidak efektif. Pemilik kandang dan pemdes hanya janji tanpa aksi intensif,” sesal Marni.

DLH: Ranah Dinas Pertanian
Menanggapi keluhan warga, Kepala DLH Lombok Tengah Lalu Sarkin menyebut urusan peternakan ayam merupakan kewenangan Dinas Pertanian. Ia meminta warga membuat surat pengaduan resmi ke Dinas Pertanian dengan tembusan ke DLH. 

“Bisa nanti kami berkoordinasi dengan Dinas Pertanian. Kalau ada surat pengaduan, segera kami atensi untuk turun melihat kondisi. Tapi sekali lagi ini ranahnya Dinas Pertanian. Nanti biasanya mereka mengajak kami survei bersama,” jelas Sarkin.

Hingga kini, warga berharap ada tindakan nyata dari pemerintah dan pemilik kandang ayam agar serbuan lalat segera teratasi. (ms)