Atap Kelas SMAN 7 Mataram Ambruk, Lima Siswa Luka Ringan



Faktantb.com.
Dua ruang kelas di SMAN 7 Mataram roboh saat jam istirahat, Senin siang. Peristiwa itu melukai lima siswa, empat di antaranya sudah dipulangkan, sementara satu masih dirawat untuk observasi trauma.

Kejadian berlangsung sekitar pukul 10.30 Wita. Berdasarkan laporan awal Kepala Dinas Dikpora NTB yang turun ke lokasi bersama Kepala Dinas PUPRPKP NTB dan anggota Komisi V DPRD NTB, bagian atap patah pada konstruksi kap sehingga bangunan ambruk. Kelas yang runtuh merupakan bangunan lama berdiri sejak 2006, berkonstruksi kayu dengan penutup genteng beton.

“Saat kejadian sebagian besar siswa berada di luar kelas karena sedang istirahat,” tulis keterangan resmi Juru Bicara Pemprov NTB, H. Ahsanul Khalik, Senin malam. Ia menyebut seluruh korban mengalami luka ringan dan lecet. Biaya pengobatan ditanggung penuh oleh Pemerintah Provinsi NTB atas arahan Gubernur.

Tim teknis Dinas PUPRPKP NTB kini memeriksa penyebab pasti keruntuhan dan mengevaluasi kondisi bangunan lain di sekolah tersebut. Kepala Dinas PUPRPKP NTB juga berada di lokasi untuk penanganan awal.

Yang membuat peristiwa ini mengundang sorotan adalah status bangunan yang ambruk. Kelas itu seharusnya sudah direhabilitasi melalui Dana Alokasi Khusus 2024. Namun hingga kini, pembangunan belum tuntas karena tersangkut proses hukum.

Pemprov NTB menyatakan seluruh anggaran program sudah dibayarkan. Jika pembangunan berjalan sesuai rencana, siswa semestinya sudah menempati ruang kelas baru yang lebih layak dan aman. SMAN 7 Mataram memang termasuk sekolah penerima program penambahan ruang kelas dari DAK tahun lalu.

Kini, Dinas PUPRPKP NTB diminta memprioritaskan pendampingan bagi siswa terdampak sembari menunggu hasil pemeriksaan teknis. Ambruknya ruang kelas tua di tengah proyek yang mandek menjadi pengingat rapuhnya keselamatan sekolah bila rehabilitasi tersendat urusan hukum.

Bagaimana menurutmu, perlu ditelusuri juga sekolah lain di NTB yang masuk daftar rehab DAK 2024 tapi belum selesai?