Diduga Uji Kir Formalitas, Jalan Jadi Taruhan: Kecelakaan Truk 20 Ton di Praya

 


Faktantb.com
(6/5/2026)– Kecelakaan tunggal kembali mencoreng wajah keselamatan transportasi barang. Rabu, 6 Mei 2026, sebuah truk bermuatan 20 ton jagung yang di Sopiri Fauzi asal Jawa menabrak pembatas jalan dan tiang reklame di kawasan Taman Biao, Praya, Lombok Tengah. Tidak ada korban jiwa. Namun insiden ini meninggalkan catatan tebal: rem blong pada kendaraan berat bukan perkara sepele.

Truk nahas itu berangkat dari Pelampang, Sumbawa Besar, dengan tujuan Surabaya dengan muatan 20 ton Jagung. Menurut pengakuan sopir, laju kendaraan masih normal saat melintasi depan Gedung DPRD Lombok Tengah. Petaka bermula ketika pedal rem diinjak, tapi truk tak kunjung melambat mulai dari barat Kantor DPRD.

“Rasanya rem blong. Saya langsung cari ruang kosong untuk menhentikan mobil biar tidak makan korban,” ujar sang sopi Fauzi ke faktantb.com saat ditemui dilokasi kecelakaan (6/5/2026)

Manuver darurat itu menyelamatkan nyawa. Sopir memilih mengarahkan truk ke pembatas jalan ketimbang menghantam kendaraan lain di jalur padat. Muatan 20 ton jagung tetap utuh, Depan truk ringsek, tiang reklame roboh tanpa ada korban jiwa.

Menurut Sekjen FP4 NTB Lalu Deny 
Kecelakaan ini menggarisbawahi satu hal: kelayakan teknis armada barang masih jadi titik lemah. Truk antarpulau menempuh ratusan kilometer, melintasi jalur ramai, membawa beban puluhan ton. Rem, ban, sistem kemudi, hingga sasis wajib diperiksa menyeluruh sebelum berangkat. 

Sayangnya, uji kir sering kali sekadar formalitas. Buku lulus, tapi komponen aus. Akibatnya, jalan raya berubah jadi arena taruhan nyawa, kata Deny

Ia mengatakan Perusahaan angkutan dan pemilik kendaraan tak bisa cuci tangan. Disiplin perawatan adalah harga mati. Setiap kelalaian kecil pada truk besar berpotensi jadi bencana besar.

Lalu Deny menyampaikan Pemerintah daerah dan kepolisian tak boleh absen. Jalur lintas utama, terutama titik rawan seperti Taman Biao, perlu pengawasan ekstra terhadap truk ODOL dan kendaraan tak laik jalan. Razia berkala, timbangan portabel, dan sanksi tegas harus digencarkan.

Di sisi lain, sopir perlu dibekali keterampilan menghadapi kondisi darurat. Rem blong, ban pecah, setir terkunci: semua butuh respons cepat dan tepat. Simulasi dan pelatihan berkala jauh lebih murah dibanding biaya sosial sebuah kecelakaan.

Kali ini Praya beruntung. Tak ada nyawa melayang. Tapi keberuntungan bukan sistem keselamatan. Satu rem blong yang luput dari pemeriksaan bisa mengubah jalan umum jadi kuburan massal. Keselamatan bukan opsi. Ia kewajiban. Sebelum truk berikutnya melaju dengan 20 ton muatan di baknya.

Hingga berita ini dimuat, Kapolres Loteng yang dikonfirmasi melalui Bidang Humas belum memberikan keterangan resminya. (ms)