Hukum di Ujung Jari: Kejari Loteng Lawan Calo Perkara dengan Transparansi

 


Faktantb.com
(6/5/2026) – Stigma hukum yang kaku dan berjarak pelan-pelan diluruhkan Kejaksaan Negeri Lombok Tengah. Sepanjang 2026, wajah penegakan hukum ditampilkan lebih humanis, hangat, dan terbuka. Buktinya, 150 perkara pidana yang ditangani kini bisa dipantau langsung dari layar HP.  

Kepala Seksi Intelijen Kejari Loteng, Alfa Dera, menegaskan langkah ini adalah instruksi langsung Kajari Putri Ayu Wulandari.  
"Pesan Ibu Kajari sangat jelas, kejaksaan harus menjadi sahabat masyarakat. Kami ingin warga merasa aman dan percaya bahwa setiap proses hukum berjalan adil. Tidak ada yang ditutup-tutupi. Keadilan itu hak semua orang, dan masyarakat berhak tahu sejauh mana jaksa bekerja untuk mereka," kata Alfa Dera, Selasa 5 Mei 2026.  

Pantau Perkara Cukup Lewat HP.
Warga tak perlu repot ke kantor kejaksaan. Cukup buka browser dan ketik CMS Publik Kejaksaan. Di sana, status 150 kasus terpampang transparan: dari berkas masuk, kelengkapan berkas, hingga jadwal sidang.  

"Caranya gampang sekali. Semua transparan, sehingga tidak ada lagi ruang untuk calo perkara atau mafia hukum yang sering merugikan masyarakat kecil," tambah Alfa.  

Fajar Said Kawal 150 Perkara, Narkoba Mendominasi.
Secara teknis, ratusan perkara itu dikawal Seksi Pidana Umum yang dipimpin Kasi Pidum Fajar Said. Timnya kini fokus memastikan tiap kasus ditangani profesional dengan tetap mengedepankan hati nurani.  

Dari data yang masuk, kasus narkoba masih paling mendominasi. Selain itu, ada pula kecelakaan lalu lintas, pencurian, KDRT, hingga perlindungan anak yang sedang dibereskan jajaran Pidum.  

Langkah Kejari Loteng ini sekaligus jadi respons cepat penerapan KUHP Nasional baru. Alfa Dera menyebut, keterbukaan informasi adalah wujud nyata perintah Jaksa Agung RI: penegakan hukum harus tegas, humanis, dan berhati nurani.  

Komitmen ini juga sejalan dengan visi Asta Cita pemerintah. Tujuannya memperkuat reformasi hukum yang transparan, cegah korupsi birokrasi, dan berantas tuntas narkoba.  

Dengan hukum yang tegak dan dekat ke rakyat, Lombok Tengah termasuk kawasan Mandalika sebagai destinasi super prioritas diharapkan makin aman. Ujungnya, kesejahteraan masyarakat luas ikut terdongkrak. (ms)