Israel Tangkap 4 Jurnalis RI di Perairan Internasional


Faktantb.com
, 19 Mei 2026 — Lima warga negara Indonesia yang ikut dalam misi kemanusiaan ke Gaza dilaporkan ditangkap militer Israel di perairan internasional. Insiden itu memicu kecaman keras dari Dewan Pimpinan Pusat Pro Jurnalismedia Siber.

Sekretaris Jenderal DPP PJS, Abdul Rasyid Zaenal, menyatakan penangkapan empat jurnalis dan satu relawan Indonesia di tengah pelayaran Global Sumud Flotilla 2026 tidak dapat ditoleransi. 

“Kami mengecam keras tindakan tentara Israel terhadap empat jurnalis dan satu relawan Indonesia tersebut,” ujarnya dalam keterangan resmi di Jakarta, Selasa (19/5/2026).

Lima WNI yang ditahan adalah Bambang Noroyono dan Thoudy Badai dari _Republika_, Andre Prasetyo Nugroho dari _Tempo_, Rahendro Herubowo kontributor iNews TV, serta Andi Angga Prasadewa dari Rumah Zakat. Mereka berada di atas kapal bantuan yang berlayar dari Mediterania Timur menuju Gaza.

Rasyid menilai peristiwa itu bukan perkara biasa. Menurutnya, penangkapan terjadi di perairan internasional, wilayah yang tunduk pada hukum laut internasional. 

“Apabila benar terjadi penangkapan atau penculikan di wilayah tersebut, tindakan itu tidak dapat dibenarkan dan harus mendapat perhatian serius dari komunitas internasional,” tegasnya. Ia mendesak pembebasan segera tanpa syarat.

Global Sumud Flotilla 2026 membawa bantuan kemanusiaan dengan melibatkan sejumlah kapal dari berbagai negara. Informasi yang dihimpun menyebut sedikitnya 10 kapal ditahan militer Israel di sekitar perairan Siprus pada Senin (18/5/2026).

Dari sembilan relawan Indonesia yang bergabung, lima orang dikonfirmasi ditangkap. Sisanya belum diketahui keberadaannya.

Kasus ini menambah panjang daftar insiden terhadap jurnalis yang meliput konflik di Gaza. DPP PJS meminta pemerintah Indonesia dan lembaga internasional segera bertindak untuk menjamin keselamatan dan kebebasan kelima WNI.(*)