Kayuh 374 Km di Hardiknas, Lombok Charity Ride 2026 Bawa 'Kado' Pendidikan untuk Lombok Tengah"



Faktantb.com,
Lombok Tengah, (4/5/2026) – Ajang Lombok Charity Ride (LCR) 2026 resmi berakhir di Kantor Bupati Lombok Tengah, Sabtu (3/5). Para pesepeda sukses menaklukkan rute “Lombok 360” sejauh 374 km mengelilingi Pulau Lombok. Momen finis ini bertepatan dengan Hari Pendidikan Nasional, menegaskan misi utama LCR tahun ini: mengayuh untuk pendidikan.

Dalam sambutannya di garis finis, Ketua LCR 2026 menyampaikan terima kasih mendalam kepada Bupati Lombok Tengah beserta jajaran atas penyambutan yang luar biasa. 

“Ketangguhan seluruh peserta patut diapresiasi. Menaklukkan 374 km bukan perkara mudah, apalagi dengan kontur Lombok yang menantang,” ujarnya.

Ia menegaskan, keringat yang keluar sepanjang perjalanan bukan sekadar untuk olahraga. “Kami mengayuh untuk pendidikan. Bertepatan dengan Hardiknas, misi utama LCR 2026 adalah mendukung peningkatan kualitas pendidikan dasar serta kapasitas guru dan kepala sekolah di Lombok Tengah.”

Ketua LCR 2026 menambahkan, donasi yang terkumpul 1  milyar  lebih dari kegiatan ini merupakan wujud nyata kepedulian komunitas sepeda terhadap masa depan generasi penerus di NTB.


Soal rute, ia memuji keindahan Lombok Tengah. “Kawasan Mandalika dan jalur-jalur eksotis lainnya sangat potensial menjadi destinasi sepeda kelas dunia. Kami berkomitmen terus mempromosikan pariwisata Lombok Tengah lewat kegiatan positif di masa depan,” tegasnya.
 
Bupati Lombok Tengah H.Lalu Pathul Bahri  menyambut dengan bangga seluruh peserta yang berhasil menuntaskan rute 374 km Lombok 360. 

“Apresiasi setinggi-tingginya karena telah memilih Kantor Bupati sebagai titik akhir dari perjalanan fisik yang luar biasa ini,” kata Bupati.

Menurutnya, kedatangan rombongan LCR 2026 adalah kado nyata untuk Hari Pendidikan Nasional. “Lombok Charity Ride tidak hanya membawa sepeda, tapi membawa solusi bagi kualitas guru dan pendidikan dasar di Lombok Tengah. Pembangunan di daerah ini bukan cuma soal infrastruktur seperti Mandalika, tapi juga soal pembangunan manusia,” ujarnya.

Mengakhiri sambutan, Bupati mengajak para peserta untuk kembali lagi. “Datanglah bukan hanya sebagai atlet, tapi sebagai duta wisata yang menceritakan keindahan dan keramahan Lombok Tengah kepada dunia.”

LCR 2026 membuktikan olahraga bisa sejalan dengan misi sosial dan promosi daerah. Dengan kolaborasi komunitas dan pemerintah, Lombok Tengah kian mengukuhkan diri sebagai pusat sport tourism sekaligus daerah yang peduli pendidikan. (ms)