Faktantb.com, Gerung, (3/5/2026)– Kisah haru mewarnai keberangkatan jemaah haji kloter 8 asal Lombok Barat, Kamis (1/5). Samijan, pedagang cilok asal Gerung, terpaksa bertolak ke Tanah Suci lebih dulu tanpa sang istri, Mutmainnah, yang tertunda berangkat bersama karena kondisi kesehatannya menurun mendadak.
Menurut Suparlan, awalnya, pasangan ini dinyatakan istitaah dan siap terbang bersama. Namun sehari sebelum keberangkatan, Mutmainnah harus dirawat inap di RSUP Mataram sehingga statusnya berubah menjadi tidak layak terbang sementara.
Menurut saksi di lokasi, Samijan tampak terpukul. Mutmainnah diketahui sangat bergantung pada bimbingan suaminya untuk menjalankan rangkaian ibadah haji. "Tekad kuat berangkat bersama pupus seketika," ujar Samijan lirih saat melepas rombongan.
Petugas dan keluarga terus menguatkan Samijan. "Panggilan Allah diutamakan. Terima dengan pasrah, yakin Allah beri yang terbaik. Bisa jadi yang kita anggap baik belum tentu baik menurut-Nya, begitu pula sebaliknya," pesan salah satu pembimbing haji. Dengan berat hati, Samijan akhirnya berangkat sambil mendoakan kesembuhan istrinya dari Tanah Suci.
Kabar baik datang malam ini. Kondisi Mutmainnah membaik dan ia dijadwalkan menyusul ke Makkah pada penerbangan berikutnya. Jika tidak ada kendala, keduanya akan bertemu dan tinggal di hotel yang sama.
Kisah Samijan dan Mutmainnah menjadi pengingat bagi jemaah haji Lombok Barat bahwa ujian bisa datang kapan saja, namun keikhlasan dan tawakal membuka jalan terbaik dari Allah, kata Suparlan kepada faktantb, 3 Mei 2026.

