Faktantb.com (7/5/2026) Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah melalui Bapperida terus memperkuat kolaborasi lintas sektor untuk mendukung pendidikan inklusif berbasis data. Komitmen itu ditegaskan dalam diskusi lanjutan bertajuk “Dukungan CSR untuk Pendidikan Inklusif Berbasis Data Kabupaten Lombok Tengah” yang digelar di Ruang Rapat Sekretariat Daerah, Rabu, 6/5/2026.
Diskusi ini menjadi wadah sinergi antara Pemda, BUMN, BUMD, dan lembaga mitra untuk mendorong layanan pendidikan inklusif yang lebih merata di Lombok Tengah.
Mewakili Kepala Bapperida Lombok Tengah, Lalu Winarna, SKM, DEA menyebut kegiatan ini bertujuan menggalang partisipasi publik menekan angka putus sekolah yang masih jadi pekerjaan rumah daerah.
“Melalui kolaborasi lintas sektor ini, kami berharap dukungan terhadap pendidikan inklusif semakin kuat sehingga seluruh anak, termasuk anak dengan hambatan fungsional belajar, dapat memperoleh layanan pendidikan yang layak dan sesuai kebutuhannya,” kata Lalu Winarna.
Asisten I Setda Lombok Tengah, Lalu Muliawan, yang mewakili Sekda, menyampaikan pesan Bupati tentang pentingnya mengarusutamakan pendidikan inklusif. Fokusnya pada tiga hal: penyediaan alat bantu, peningkatan aksesibilitas sekolah, serta penguatan kapasitas guru.
Menurutnya, tanpa intervensi dan dukungan memadai, anak dengan hambatan fungsional belajar, terutama penyandang disabilitas, berisiko makin termarginalkan dalam sistem pendidikan.
Temuan Data: 600 Anak Butuh Intervensi Segera.
Kepala Bidang SD Dinas Pendidikan Lombok Tengah, H. Jumadi, memaparkan hasil Program Profil Belajar Siswa (PBS). Dari sekitar 9.000 anak TK hingga SMA yang ikut skrining awal, ditemukan 5.000 anak terindikasi memiliki hambatan fungsional belajar.
Setelah skrining lanjutan, tercatat sekitar 600 anak membutuhkan intervensi segera agar mendapat layanan pendidikan yang sesuai kebutuhan mereka.
Menindaklanjuti temuan itu, sejumlah mitra langsung menyatakan kesiapan berkolaborasi:
- Rumah Sakit Adikarsa: Siap lakukan skrining lanjutan dengan mengintegrasikan skema Universal Health Coverage (UHC).
- PDAM Lombok Tengah: Dirut PDAM menyatakan komitmen penuh. PDAM bahkan telah lebih dulu mendampingi Tulus Angen Community dalam layanan terapi bagi anak berkebutuhan khusus.
- ITDC: Siap memperkuat kolaborasi lewat Mandalika Children Learning Centre (MCLC) sebagai pusat penguatan layanan pendidikan di Kecamatan Pujut dan wilayah penyangga ring 1 ITDC.
- BAZNAS Lombok Tengah: Buka peluang kolaborasi lewat program Tastura Peduli untuk penyediaan alat bantu bagi anak disabilitas.
Melalui forum ini, Pemkab Lombok Tengah berharap terbangun sinergi lintas sektor yang lebih kuat demi menghadirkan layanan pendidikan yang inklusif, berkeadilan, dan responsif terhadap kebutuhan seluruh anak. (*)

