Satu Dekade Poltekpar Lombok: Cetak SDM Pariwisata Siap Kerja, Siap Wirausaha



Faktantb.com
, (10/5/2026)— Satu dekade berkiprah, Politeknik Pariwisata Lombok meneguhkan posisinya sebagai kawah candradimuka SDM pariwisata Indonesia Timur. Dies Natalis ke-10 yang digelar lewat Sidang Senat Akademik Terbuka, Sabtu, 9 Mei 2026, tak sekadar seremoni. Ia menjadi panggung refleksi: sudah sejauh mana kampus vokasi di bawah Kementerian Pariwisata RI ini menjawab denyut industri global.

Sidang yang berlangsung di kampus Praya itu dihadiri barisan lengkap: senat akademik, civitas akademika, mitra industri, hingga perwakilan Kementerian Pariwisata. Dibuka dengan parade senat, lagu Indonesia Raya dan Mars Poltekpar Lombok berkumandang, disusul gemulai UKM Tari yang menegaskan akar budaya Sasak di tengah tuntutan globalisasi.

Orasi ilmiah Prof. Dr. Ni Made Eka Mahadewi langsung menohok: pariwisata berkelanjutan butuh SDM yang tak hanya terampil, tapi adaptif menghadapi disrupsi. Pesan itu diamini Staf Ahli Menteri Bidang Reformasi Birokrasi dan Regulasi Kemenpar RI, Raden Kurleni Ukar.

“Transformasi pariwisata bukan cuma soal destinasi. Kuncinya ada pada manusia,” tegas Kurleni. Ia menantang Poltekpar Lombok memperkuat tata kelola vokasi yang inovatif dan responsif. “Posisi Poltekpar strategis. Cetak SDM berkarakter, berdaya saing, dan kolaboratif,” ujarnya.

10 Tahun, Ribuan Lulusan Tembus Pasar Global. 
Direktur Poltekpar Lombok, Dr. Ali Muhtasom, membeber rapor satu dekade. Kampus ini tak lagi sekadar ruang kuliah. Ribuan alumni telah terserap hotel, industri hospitality, maskapai, hingga mitra internasional.

“Kami adaptif. Tak hanya akademik, tapi sertifikasi kompetensi, magang industri, sampai kewirausahaan mahasiswa kami dorong,” kata Ali. Ia menyebut Poltekpar kini mengukuhkan diri sebagai pusat _halal tourism_ dan pariwisata berkelanjutan di Indonesia Timur. Prestasi mahasiswa di level nasional hingga internasional jadi bukti.

Dies Natalis ke-10, bagi Ali, adalah titik akselerasi. “Komitmen kami: lulusan siap kerja, siap buka usaha, siap bersaing global. Sinergi dengan industri dan pemerintah akan kami perkuat. Targetnya jelas, lahirkan _wonderpreneur_ muda yang inovatif.”

Usai sidang ditutup, layar menampilkan “1 Dekade Politeknik Pariwisata Lombok” — napak tilas perjalanan dari nol hingga jadi rujukan. Puncak seremoni ditandai pemotongan kue Dies Natalis. Bank NTB Syariah turut menyerahkan bantuan pendidikan, sinyal dukungan nyata pada pengembangan vokasi pariwisata NTB.

Dengan jargon “Mau Kuliah, Cepat Kerja, dan Berwirausaha? #dipoltekparlombokaja”, Poltekpar Lombok menatap dekade kedua. Satu tarikan napas untuk kolaborasi, inovasi, dan optimisme: mencetak SDM yang tak sekadar mengisi pasar, tapi menciptakan pasar. (ms)