Faktantb.com.— Dari keran rumah Yuliani di Dusun Toro, Desa Penujak, air yang dulu sempat berwarna hijau kini mengalir bening lagi.
“Alhamdulillah sekarang sudah jernih. Kemarin biasanya tiba-tiba hijau begitu,” kata Yuliani, Rabu (29/7/2026).
Perubahan itu bukan kebetulan. Perumdam Tirta Ardhia Rinjani Kabupaten Lombok Tengah mengaku baru saja menyelesaikan penanganan gangguan kualitas air yang dilaporkan warga beberapa hari lalu. Hasil ukur terbaru menunjukkan angka kekeruhan 2,52 Nephelometric Turbidity Unit, atau NTU.
Angka itu masih jauh di bawah batas maksimum 5 NTU sesuai standar Kementerian Kesehatan. Dengan kata lain, air yang didistribusikan dari Water Treatment Plant Penujak sudah kembali masuk kategori aman.
“Begitu menerima laporan, kami langsung dapat instruksi dari Bapak Direktur Utama untuk turun ke lokasi terdampak,” ujar Kepala Bidang Produksi Perumdam Tirta Ardhia Rinjani, Aan Alfian.
Aan mengatakan timnya langsung menyesuaikan proses pengolahan di WTP Penujak dan memperketat pemantauan. Penyebabnya, menurut dia, bukan semata kesalahan teknis.
Air baku dari Bendungan Batujai saat itu mengalami lonjakan kekeruhan dan perubahan warna. Di saat bersamaan, pembukaan saluran irigasi membuat air baku tidak bisa masuk melalui unit pengolahan aerator seperti biasanya. Akibatnya, pasokan langsung dari intake bendungan terputus dan beban pengolahan di WTP Penujak naik berlipat.
Meski sempat menimbulkan keluhan, Aan menegaskan produksi Instalasi Pengolahan Air Penujak secara keseluruhan tetap memenuhi syarat. Hasil uji internal menunjukkan kekeruhan di bawah 3 NTU. Temuan itu dikuatkan pula oleh pemeriksaan rutin setiap bulan dari Dinas Kesehatan.
Gangguan memang tidak merata. Keluhan paling banyak datang dari pelanggan di titik paling rendah atau di ujung jaringan distribusi WTP Penujak. Di sanalah endapan lebih mudah tertinggal ketika kualitas air baku berubah.
Untuk mencegah kejadian berulang, PDAM berencana mengintensifkan flushing jaringan pipa dan pengurasan sedimentasi.
“Kegiatan flushing dan pengurasan akan lebih sering kami lakukan. Proses ini mungkin berdampak pada penyesuaian jam distribusi di beberapa wilayah, tapi langkah tersebut perlu agar kualitas air sampai ke pelanggan tetap terjaga,” kata Aan.
Ia juga menyampaikan permintaan maaf kepada warga atas ketidaknyamanan yang terjadi.
Perumdam kini mengimbau masyarakat segera melapor jika masih menemukan air keruh atau gangguan distribusi, agar petugas bisa bergerak cepat.
Bagi Yuliani dan tetangganya di Penujak, yang penting air sudah kembali seperti sedia kala. Jernih, tidak berbau, dan bisa dipakai tanpa rasa khawatir.

