Panitia Pilkades Labulia 2026 Terbentuk, Ujian Netralitas Dimulai



Faktantb.com
.— Musyawarah di kantor desa Labulia, Kecamatan Jonggat, Kabupaten Lombok Tengah itu berlangsung singkat, tapi taruhannya panjang. Rabu, 30 Juni 2026, Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dan Pemerintah Desa Labulia, Jonggat, mengetuk palu pembentukan dan Penetapan Panitia Pemilihan Kepala Desa Labulia tahun 2026 dengan pagu anggaran sebesar Rp. 140.969.750 yang bersumber dari PBK dan Dana Desa (DD)

Nama-nama pengurusnya langsung mengemuka. H. Zulkifli, SE., MM. didapuk sebagai Ketua. Lalu Abdullah Mimbar Taufik S.Pd mengisi kursi Sekretaris. Mustain ditunjuk Bendahara. Dua kursi anggota dibagi ke unsur Pemdes dan perwakilan masyarakat, agar roda panitia tidak berat sebelah yang akan bekerja selama 6 bulan kedepannya.

Anggota BPD Labulia Lalu Abdullah menyampaikan bahwa rujukan hukumnya jelas: UU Desa, Peraturan Pemerintah, Permendagri, Peraturan Daerah dan Peraturan Bupati Lombok Tengah. Tapi di atas kertas aturan, yang diuji di lapangan adalah praktiknya.

Begitu terbentuk, panitia tak diberi jeda oleh BPD. Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Lombok Tengah sudah menyiapkan peta jalan: menyusun jadwal, membuka pendaftaran calon, memverifikasi berkas, mengatur kampanye, sampai menghitung suara dan menetapkan pemenang.

"Agenda itu padat dan rawan. Satu kesalahan administrasi bisa jadi bahan gugatan. Satu tudingan keberpihakan bisa merusak legitimasi kepala desa terpilih" kata Miq Dollah 

Karena itu, Kades Labulia Mahjat S.Pd meletakkan satu tuntutan di depan: profesional dan netral. Kalimatnya baku, tapi maknanya tajam. Proses harus adil, transparan, dan kondusif. Tiga kata yang mudah diucapkan, sulit dijaga ketika suhu politik desa mulai naik.

Musyawarah BPD-Pemdes dan dasar Perda-Perbub disebut untuk menjamin mekanisme sesuai aturan dan diterima semua elemen. Namun penerimaan masyarakat tidak lahir dari dokumen. Ia dibeli dengan keterbukaan informasi, konsistensi jadwal, dan keberanian panitia menolak titipan.

"Instruksi selanjutnya juga tak main-main: koordinasi intens dengan, Pemdes, Camat dan DPMD harus jalan terus. Tujuannya satu, agar tiap tahapan tidak tersendat dan tidak melenceng dari ketentuan" kata  Katua BPD Labulia Jumatre.

Di Labulia, Pilkades 2026 baru masuk babak pembukaan. Panitia sudah terbentuk. Sekarang giliran mereka membuktikan, Insya Allah  bisa menjadi wasit yang dipercaya semua pihak.

Editor: Jengrana.