Polres Lombok Tengah Dorong Pengangguran Ikut Pelatihan Vokasi di BLK



Faktantb.com
(5/11/2026)- Polres Lombok Tengah menunjukkan kepedulian terhadap warga yang belum terserap dunia kerja dengan bekerja sama dengan Balai Latihan Kerja (BLK) Lombok Tengah. Kerja sama itu diwujudkan melalui kunjungan ke BLK yang merupakan bagian dari program Polisi Peduli Pengangguran atau Poliran.

Dalam kegiatan tersebut, Kapolres Lombok Tengah memberikan motivasi, edukasi, serta informasi peluang peningkatan keterampilan bagi pencari kerja. Peserta diajak memahami bahwa pelatihan vokasi bukan hanya membuka peluang bekerja, tetapi juga menjadi bekal untuk membuka usaha mandiri.

"Polri hadir bukan hanya menjaga keamanan, tetapi juga mendukung pemberdayaan masyarakat. Kami ingin masyarakat, khususnya anak muda yang belum bekerja, tidak putus asa. Manfaatkan pelatihan yang tersedia untuk menambah keterampilan dan memperluas peluang kerja," ujar Kapolres Lombok Tengah Kombes Pol Hariyanto, S.H., S.I.K.

BLK Lombok Tengah menjadi ujung tombak pelatihan vokasi di daerah itu. Pada Pelatihan Vokasi Nasional Batch 5 tahun 2026, BLK menyiapkan 13 bidang kejuruan, antara lain pembuatan roti dan kue, hidroponik, tata rias, peracikan kopi, _customer service_, pembuatan konten pemasaran, pengelasan, teknisi AC, menjahit, teknisi telepon seluler, dan servis sepeda motor injeksi.

Kepala UPTD BLK Lombok Tengah, Dedet Zelthausallam, mengatakan pelatihan diarahkan agar peserta memiliki keterampilan yang dapat langsung diterapkan di dunia kerja maupun dikembangkan menjadi usaha mandiri.

Kunjungan Polres itu juga mempererat sinergi antara Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam menanggulangi pengangguran. Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah menempatkan pelatihan di BLK sebagai salah satu strategi meningkatkan kualitas calon tenaga kerja, termasuk membuka peluang kerja di dalam dan luar negeri.

Peserta menyambut positif program tersebut. Mereka berharap ada pendampingan lanjutan, informasi lowongan kerja, serta kesempatan magang agar hasil pelatihan benar-benar terserap ke dunia kerja.

Poliran adalah program Polri untuk membantu warga yang belum bekerja agar kembali produktif melalui pendataan, pelatihan keterampilan, dan penjembatanan ke peluang kerja atau usaha. Program ini juga menjadi upaya pencegahan masalah keamanan, karena pengangguran berpotensi memicu gangguan kamtibmas.

Program ini dimaksudkan agar Polri tidak hanya berperan menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga turut menangani akar masalah sosial-ekonomi masyarakat. Polri mengambil posisi sebagai penghubung antara warga pencari kerja dengan pemerintah daerah, dinas ketenagakerjaan, lembaga pelatihan, dan perusahaan.

Sasarannya termasuk kelompok rentan, seperti pemuda yang belum bekerja dan warga pasca-rehabilitasi narkoba, agar memperoleh kesempatan membangun kehidupan yang produktif.

Pelaksanaannya umumnya dimulai dari pendataan oleh Bhabinkamtibmas bersama perangkat desa, lalu pemetaan pendidikan, keahlian, dan kebutuhan warga. Setelah itu, warga diarahkan mengikuti pelatihan bersama instansi terkait, kemudian dihubungkan dengan peluang kerja maupun peluang usaha.

Melalui kegiatan ini, Polres Lombok Tengah berharap semakin banyak masyarakat yang termotivasi meningkatkan kompetensi, mandiri secara ekonomi, dan terhindar dari perilaku menyimpang akibat pengangguran.